Kitab Mabadi Fiqih Juz 2 dan Terjemah

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Kitab Mabadiul Fiqhiyah Juz 2 dan Terjemah, menjelaskan tentang beberapa bab antara lain :

Hukum Islam (أَحْكَامُ الْإِسْلَامِ)

سؤال : كَمْ أَحْكَامُ الْاِسْلَامِ


Soal: Berapakah Hukum Islam itu ?

جواب : أَحْكَامُهُ خَمْسَةٌ الْفَرْضُ وَالسُّنَةُ وَالْمُبَاحُ وَالْحَرَامُ وَالْمَكْرُوْهُ

Jawab: Hukum Islam ada 5, yaitu :

1. Fardhu

2. Sunnah

3. Mubah

4. Haram

5. Makruh

 سؤال : مَا الْفَرْضُ

Soal: Apa yang dinamakan fardhu itu ?

جواب : هُوَ الْوَاجِبُ فِعْلُهُ فَإِِذَا فَعَلَهُ الْمُكَلَّفُ يَنَالُ ثَوْبًا وَإِذَا تَرَكَهُ يَنَالُ عِقَابًا

Jawab: Fardhu artinya perkara yang wajib dilaksanakan. Apabila orang mukallaf (baligh dan beralal) yang mengerjakannya, maka ia akan mendapat pahala dan jika ia meninggalkannya akan mendapat siksa.

 سؤال : كَمْ  نَوْعًا الْفَرْضُ

Soal: Berapa macam (hukum) Fardhu itu ?

 جواب : نَوْعَانِ : فَرْضُ عَيْنٍ وَفَرْضُ كِفَايَةٍ

Jawab: Ada dua macam, yaitu:

1. Fardhu ‘Ain

2. Fardhu Kifayah.

سؤال : مَا الْفَرْضُ الْعَيْنِيُّ

Soal: Apa yang dinamakan fardhu ‘ain itu ?

جواب : هُوَ الْوَاجِبُ فِعْلُهُ عَلَى كُلِّ مُكَلَّفٍ كَالصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ

Jawab: Fardlu ‘ain yaitu (hukumnya) wajib dikerjakan bagi orang mukallaf (baligh dan berakal), seperti shalat dan puasa.

سؤال : مَا الْفَرْضُ الْكِفَائِيُّ

Soal: Apa yang dinamakan (hukum) fardhu kifayah itu ?

جواب : هُوَ الْوَاجِبُ فِعْلُهُ عَلَى جَمِيْعِ الْمُكَلَّفِيْنَ وَإِذَا فَعَلَهُ وَاحِدٌ سَقَطَ عَنِ الْبَاقِيْنَ كَصَلَاةِ الْجَنَازَةِ

Jawab: yaitu (hukumnya) wajib dikerjakan bagi semua orang mukallaf dan jika ada yang melaksanakannya satu orang saja, maka kewajiban yang lain (orang mukallaf) gugur dalam melaksanakannya, seperti shalat jenazah.

سؤال : مَا السُّنَةُ

Soal: Apa yang dinamakan sunnah itu ?

 جواب : هِيَ الْاَمْرُ الْمُُسْتَحَبُّ فِعْلُهُ فَمَنْ فَعَلَهُ يَنَالُ ثَوَابًا وَمَنْ تَرَكَهُ لَا يَنَالُ عِقَابًا

Jawab: Yaitu (sunnah) perbuatan yang disarankan untuk dikerjakan. Jika dilakukannya akan mendapat pahala, dan jika tidak dilakukannya tidak akan mendapat siksa (dosa).

سؤال : مَا الْمُبَاحُ

Soal: Apa yang dinamakan mubah itu ?

جواب : هُوَ الَّذِيْ يَجُوْزُ لِلْاِنْسَانِ فِعْلُهُ وَتَرْكُهُ فَلَا ثَوَابَ فِيْهِ وَلَا عِقَابَ

Jawab: Yaitu (mubah) perbuatan yang dibolehkan untuk manusia baik yang dilakukannya maupun yang ditinggalkannya, dalam perkara itu tidak ada pahala dan dosa.

سؤال : مَا الْحَرَامُ

Soal: Apa yang dinamakan haram itu ?

جواب : هُوَ الْوَاجِبُ تَرْكُهُ فَمَنْ فَعَلَهُ يَنَالُ عِقَابًا وَمَنْ تَرَكَهُ يَنَالُ ثَوَابًا كَشُرْبِ الْخَمْرِ

Jawab: Yaitu (haram) perbuatan yang wajib ditinggalkannya, karena siapa yang mengerjakannya akan mendapat siksa, dan siapa pun yang meninggalkannya akan mendapat pahala, seperti minum khamr (anggur).

سؤال : مَا الْمَكْرُوْهُ

Soal: Apa yang dinamakan Makruh itu ?

جواب : هُوَ الْمُسْتَحَبُّ تَرْكُهُ فَمَنْ تَرَكَهُ يَنَالُ ثَوَابًا وَمَنْ فَعَلَهُ لاَ يَنَالُ عِقَابًا

Jawab: Yaitu (makruh) perbuatan yang disarankan untuk meninggalkannya, karena siapa yang meninggalkannya akan mendapat pahala, dan siapa yang melakukannya tidak akan mendapat siksa (dosa).

Thaharah (الطَّهَارَةُ)

سؤال: مَا الطَّهَارَةُ

 Soal: Apa yang dinamakan Thaharah (bersuci) itu ?

جواب : هِيَ فِعْلُ مَا لَا تَصِحُّ الصَّلَاةُ اِلَّا بِهِ كَإِزَالَةِ النَّجَاسَةِ وَالْاِسْتِنْجَاءِ وَالْوُضُوْءِ وَالْغُسْلِ وَالتَّيَمُّمِ

Jawab: yaitu (thaharah) mengerjakan sesuatu yang tidak sah shalatnya kecuali dengan membersihkan najis, istinja’ (cebok), wudhu, mandi dan tayammum.

سؤال: مَا وَسَائِلُ الطَّهَارَةِ

Soal: Apa yang menjadi sarana bersuci itu ?

جواب: الْمَاءُ وَالتُّرَابُ وَالْحَجَرُ وَالدَّبْعُ (وَالصَّابُوْنُ)

Jawab: yaitu air, debu, batu, dan sama’ (sabun).

سؤال: مَا الَّذِيْ يَجُوْزُ بِهِ التَّطْهِيْرُ

Soal: Apa saja (sesuatu) yang dibolehkan untuk bersuci itu ?

جواب: هُوَ كُلُّ مَا نَزَلَ مِنَ السَّمَاءِ أَوْ نَبَعَ مِنَ الْأَرْضِ وَلَمْ يَكُنْ مُتَنَجِّسًا وَلَا مُسْتَعْمَلًا

Jawab: Yaitu segala sesuatu yang turun dari langit atau yang berasal dari bumi dan tidak tercemar najis dan tidak pula air yang pernah digunakan untuk bersuci sebelumnya (musta’mal).

سؤال: مَا الْمُتَنَجِّسُ

Soal: Apa yang dinamakan “Mutanajjis” itu ?

جواب: هُوَ الْمَاءُ اْلقَلِيْلُ الَّذِيْ وَقَعَتْ فِيْهِ نَجَاسَةٌ

Jawab: Yaitu (mutanajjis) air sedikit dimana jatuhnya najis didalamnya.

سؤال: مَا الْمَاءُ الْمُسْتَعْمَلُ

Soal: Apa yang dinamakan air musta’mal itu ?

جواب: هُوَ الْمَاءُ الْقَلِيْلُ الْمُسْتَعْمَلُ فِيْ رَفْعِ حَدَثٍ أَوْ إِزَالَةِ نَجِسٍ

Jawab: Yaitu air sedikit yang digunakan untuk menghilangkan hadast atau untuk menghilangkan najis.

سؤال: مَا الْمَاءُ الْقَلِيْلُ

Soal: Apa maksud dari air sedikit itu ?

جواب: هُوَ مَا دُوْنَ الْقُلَّتَيْنِ

Jawab: Yaitu air yang kurang dari 2 qullah.

سؤال: مَا الْمَاءُ الْكَثِيْرُ

Soal: Apa maksud dari air yang banyak itu ?

جواب: هُوَ مَا بَلَعغَ قُلَّتَيْنِ فَأَكْثَرَ

Jawab: Yaitu air yang sudah mencapai 2 qullah atau lebih.

سؤال: مَا الْقُلَّتَانِ

Soal: Apa maksud air dua kullah itu ? 

جواب: الْقُلَّتَانِ عِبَارَةٌ عَنْ ١٤٨ أُقَّةً تَقْرِيْبًا أَوْ مِقْدَارُ مَا تَسَعُهُ بِرْكَةُ مَاءٍمُرَبَّعَةٌ طُوْلُهَا ذِرَاعٌ وَرُبْعُ ذِرَاعٍ وَعَرْضُهَا وَعُمْقُهَا كَذَلِكَ

Jawab: Yaitu qullatain (dua qullah) diibaratkan dari 148 uqqah (ukuran bak air segi empat yang perkiraan memuat air dengan panjang 1 hasta (1 dzira’) dan lebar 4 hasta (4 dzira’) juga kedalaman airnya.

Najis
(النَّجَاسَاتُ)

سؤال: مَا النَّجَاسَاتُ

Soal: Apa yang dinamakan najis itu ?

جواب: هِيَ الدَّمُ, وَاْلقَيْحُ, وَالْقَىْءُ, وَالْخَمْرُ, وَالْكَلْبُ ,وَالْخِنْزِيْرُ, وَلَبَنُ الْحَيَوَانُ الَّذِيْ لَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ, وَمَا خَرَجَ مِنَ السَّبِيْلَيْنِ إِلَّا الْمَنِيَّ فَإِنَّهُ طَاهِرٌ, وَالْمَيْتَةُ وَشَعْرُهَا وَعَظْمُهَا إِلَّا مَيْتَةَ الْأَدَمِيِّ وَالسَّمَكِ وَالْجَرَادِ

Jawab: Yaitu (najis) darah, nanah, muntahan, anggur (khamr), anjing, babi, air susunya hewan yang tidak bisa dimakan dagingnya, dan sesuatu yang keluar dari kedua lubang (qubul dan dubur) kecuali air mani karena (mani) itu suci, dan bangkai, rambut dan tulangnya kecuali bangkai anak adam (manusia), serta bangkai ikan dan belalang.

سؤال: كَيْفَ تَطْهُرُ النَّجَاسَةُ

Soal: Bagaimana cara mensucikan najis ?

جواب: يَغْسَلُ مَحَلُّهَا بِالْمَاءِ الطَّهُوْرِ حَتَّى تَزُوْلَ رَائِحَتُُهَا وَلَوْنُهَا وَطَعْمُهَا إِلَّا نَجَاسَةُ الْكَلْبِ وَالْخِنْزِيْرِ وَجِلْدِ الْمَيْتَةِ

Jawab: Tempatnya dibasuh dengan air yang bersih (suci) sampai hilang bau, warna, dan rasanya, kecuali najis yang terkena dari anjing dan babi, dan kulit binatang yang mati.

سؤال: كَيْفَ تَطْهُرُ نَجَاسَةُ الْكَلْبِ وَالْخِنْزِيْرِ

Soal: Bagaimana cara mensucikan najis dari anjing dan babi ?

جواب: يُغْسَلُ مَحَلُّهَا بِالْمَاءِ سَبْعَ مَرَّاتٍ إِحْدَاهُنَّ بِتُرَابٍ

Jawab: Tempatnya (yang terkena najis) harus dicuci dengan air sebanyak tujuh kali, salah satunya dengan tanah (debu).

سؤال: كَيْفَ يَطْهُرُ جِلْدُ الْمَيْتَةِ

Soal: Bagaimana cara mensucikan kulit bangkai ?

جواب: يَطْهُرُ بِالدَبْغِ

Jawab: yaitu mensucikannya dengan cara disamak.

Istinja’
(اْلاِسْتِنْجَاءُ)

سؤال: مَا الْاِسْتِنْجَاءُ

Soal: apa yang dinamakan istinja’ itu ?

جواب: هُوَ غَسْلُ السَّبِيْلَيْنِ بِاْلمَاءِ لِإِزَالَةِ الْخَارِجِ مِنْهُمَا كَالْبَوْلِ وَالْغَائِطِ

Jawab: Yaitu membersihkan dua lubang dengan air untuk menghilangkan apa yang keluar dari dua lubang tersebut, seperti buang air kecil (kencing) dan kotoran.

سؤال: هَلْ يَجُوْزُ الْاِسْتِنْجَاءُ بِالْحَجَرِ

Soal: Apakah boleh istinja’ dengan menggunakan batu ?

جواب: يَجُوْزُ الْاِسْتِنْجَاءُ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ حَتَّى تَزُوْلَ النَّجَاسَةُ مِنَ الْمَحَلِّ

Jawab: Dibolehkan bersuci (istinja’) dengan menggunakan tiga batu sampai najisnya hilang dari tempatnya.

Fardhu Wudhu
(فُرُوْضُ الْوُضُوْءِ) 

سؤال: كَمْ فُرُوْضُ الْوُضُوْءِ

Soal: Berapakah fardhunya wudhu itu ?

جواب: فُرُوْضُهُ سِتَّةٌ : الْأَوَّلُ النِّيَةُ عِنْدَ غَسْلِ اْلوَجْهِ, الثَّاِنيْ غَسْلُ الْوَجْهِ, الثَّالِثُ غَسْلُ الْيَدَيْنِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ, الرَّابِعُ مَسْحُ بَعْضِ الرَّأْسِ أَوْ شَعْرِهِ, الْخَامِسُ غَسْلُ الرِّجْلَيْنِ إِلَى الْكَعْبَيْنِ, السَّادِسُ التَّرْتِيْبُ

Jawab: Fardhunya ada 6, yaitu : 

1. Niat ketika membasuh wajah

2. Membasuh wajah  

3. Membasuh kedua tangan hingga kedua siku siku

4. Mengusap sebagian kepala atau rambut

5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki

6. Tertib 

سؤال: كَمْ سُنَنُ الْوُضُوْءِ

Soal: Berapakah sunnahnya wudhu itu ? 

جواب: سُنَنُهُ كَثِيْرَةٌ مِنْهَا: الْتَّسْمِيَةُ, وَغَسْلُ الْكَفَّيْنِ قَبْلَ إِدْخَالِهِمَا الْإِنَاءَ, وَالسِّوَاكُ, وَاْلمَضْمَضَةُ, وَالْاِسْتِنْْشَاقُ, وَمَسْحُ جَمِيْعِ الرَّأْسِ, وَمَسْحُ الْأُذُنَيْنِ ظَاهِرِهِمَا وَبَاطِنِهِمَا, وَتَخْلِيْلُ اللِّحْيَةِ الْكَثِيْفَةِ, وَتَخْلِيْلُ أَصَابِعِ الْيَدَيْنِ وَالرِّجْلَيْنِ, وَتَقْدِيْمُ الْيُمْنَى عَلَى الْيُسْرَى, وَالتَّثْلِيْثُ, وَالْمُوَالَاةُ , وَالدُّعَاءُ بَعْدَهُ

Jawab: Kesunnahan wudhu ada banyak, yaitu :
1. Membaca basmallah,
2. Membasuh kedua telapak tangan sebelum memasukkan ke dalam tempat wudhu,
3. Bersiwak,
4. Berkumur,
5. Menghisap air ke dalam hidung,
6. Mengusap sebagian kepala,
7. Menyela kedua telinga dalamnya maupun luar nya,
8. Menyela jenggot yang tebal,
9. Menyela jari jari tangan dan kaki,
10. Mengutamakan yang kanan daripada yang kiri,
11. Membasuh tiga kali,
12. Mensegerakan,
13. dan berdoa setelahnya.

سؤال: كَمْ نَوَاقِضُ الْوُضُوْءِ

Soal: ada berapa yang membatalkan wudhu itu ?

جواب: نَوَاقِضُ الْوًضُوْءِ خَمْسَةٌ: الْأَوَّلُ الْخَارِجُ مِنْ أَحَدِ السَّبِيْلَيْنِ, الثَّانِي النَّوْمُ غَيْرَ مُمَكِّنٍ مَقْعَدَهُ مِنَ الْأَرْضِ, الثَّالِثُ زَوَالُ الْعَقْلِ بِسُكْرٍ أَوْ جُنُوْنٍ أَوْ إِغْمَاءٍ, الرَّابِعُ لَمْسُ الْمَرَْةِ الْأَجْنَبِيَّةِ, الْخَامِسُ مَسُّ فَرْجِ اْلإِنْسَانِ بِبَاطِنِ الْكَفِّ

Jawab: yang membatalkan wudhu ada lima, yaitu:
1. Yang keluar dari salah satu dari dua jalan (lubang).
2. Tidur yang tidak tetap pada tempatnya (dari tanah/bumi)
3. Kehilangan akal karena mabuk, gila, atau pingsan.
4. Menyentuh wanita bukan mahram (ajnabiyah).
5. Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan bagian dalam.

سؤال: مَا مَكْرُوْهَاتِ الْوُضُوْءِ

Soal: Apa yang dimakruhkan ketika wudhu ?

جواب: الْْاِسْرَافُ فِي الْمَاءِ وَالتَّكَلُّمُ بِغَيْرِ الذِّكْرِ وَالْاِسْتِعَانَةُ عَلَيْهِ بِاَخَرَ

Jawab: yaitu berlebihan dalam menggunakan air, berbicara tanpa dzikir, dan membantu pertolongan wudhu kepada orang lain. 

سؤال: مَا الَّذِيْ يَحْرُمُ عَلَى الْمُحْدِثِ حَدَثًا أَصْغَرَ

Soal: apa yang dilarang bagi orang yang berhadast kecil ?

جواب: يَحْرُمُ عَلَيْهِ: الصَّلَاةُ, وَالطَّوَافُ, وَمَسُّ الْمُصْحَفِ وَحَمْلُهُ

Jawab: diharamkan baginya, yaitu:
1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh Al Qur’an dan membawanya.

Mandi
(الْغُسْلُ)

سؤال: مَا الْغُسْلُ

Soal: apa yang dinamakan mandi itu ?

جواب: هُوَ غَسْلُ جِسِْم الْإِنْسَانِ كُلِّهِ مِنْ أَعْلَى الرَّأْسِ إِلَى مُنْتَهَى قَدَمِهِ

Jawab: yaitu (mandi) membasuh seluruh bagian tubuh manusia dari bagian kepala sampai ujung kaki bagian bawah.

سؤال: كَمْ فُرُوْضُ الْغُسْلِ

Soal: ada berapakah fardhunya mandi itu ?

جواب: فُرُضُهُ ثَلَاثَةٌ: الْأَوَّلُ النِِّيَةُ عِنْدَ غَسْلِ أَوَّلِ جُزْءٍ مِنَ الْبَدَنِ, الثَّانِي إِزَالَةُ النَّجَاسَةِ مِنَ الْبَدَنِ, الثَّالِثُ وُصُوْلُ الْمَاءِ إِلَى جَمِيْعِ الْبَشَرَةِ وَالشَّعْرِ

Jawab: fardhunya mandi ada tiga, yaitu:
1. Niat pada awal ketika membasuh anggota badan.
2. Menghilangkan najis dari badan.
3. Sampainya air ke semua kulit dan rambut.

سؤال: مَا نِيَّةُ الْغُسْلِ

Soal: bagaimana niat mandi itu ?

جواب: هِيَ نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ

Jawab: yaitu (niat mandi) “نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ ” saya berniat mandi untuk menghilangkan hadast besar.

سؤال: مَا الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ

Soal: apa yang dimaksud hadast besar itu ?

جواب: هُوَ كُلُّ مَا أَوْجَبَ الْغُسْلَ

Jawab: yaitu (hadast besar) suatu hal yang diwajibkan untuk mandi.

سؤال: مَا الَّذِيْ يُوْجَبُ الْغُسْلَ

Soal: Hal apa yang diwajibkan untuk bermandi ?

جواب: الْجَنَابَةُ وَاْلحَيْضُ وَالنِّفَاسُ وَالْوِلَادَةُ وَاْلمَوْتُ

Jawab: yaitu (mandi) jinabat, haid, nifas, habis melahirkan, dan mati.

سؤال: مَا الْجَنَابَةُ

Soal: apa yang dinamakan jinabat itu ?

جواب: هِيَ الْجِمَاعُ وَنُزُوْلُ اْلمَنِيِّ

Jawab: yaitu (jinabat) jima’ (berkumpulnya suami dan istri) dan keluarnya mani.

سؤال: مَا اْلحَيْضُ

Soal: apa yang dinamakan haid itu ?

جواب: هُوَ الدَّمُ الْخَارِجُ مِنَ الْمَرْأَةِ بَعْدَ تِسْعِ سِنِيْنَ عَلَى سَبِيْلِ الصِّحَةِ وَالْعَادَةِ

Jawab: yaitu (haid) darah yang keluar dari seorang wanita setelah sembilan tahun dalam kondisi sehat dan normal (kebiasaan).

سؤال: مَا النِّفَاسُ

Soal: apa yang dinamakan nifas itu ?

جواب: هُوَ الدَّمُ الْخَارِجُ مِنَ الْمَرْأَةِ عَقِبَ الْوِلَادَةِ

Jawab: yaitu (nifas) darah yang keluar dari seorang wanita setelah melahirkan.

سؤال: مَاذَا يَحْرُمُ عَلَى الْجُنُبِ

Soal: Hal apa yang diharamkan bagi orang yang junub ?

جواب: يَحْرُمُ عَلَيْهِ :  الصَّلَاةُ , وَالطَّاوَافُ , وَمَسُّ الْمُصْحَفِ وَحَمْلُهُ , وَقِرَاءَةُ الْقُرْاَنِ , وَالْمُكْثُ فِي الْمَسْجِدِ

Jawab: diharamkan baginya:
1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh Al Qur’an dan membawanya
4. Membaca Al Qur’an
5. Berdiam diri didalam masjid.

سؤال: مَاذَا يَحْرُمُ عَلَى الْحَائِضِ وَالنُّفَسَاءِ

Soal: Apa yang diharamkan bagi wanita haid dan nifas itu ?

جواب: الصَّلَاةُ وَالصَّوْمُ وَمَا يَحْرُمُ عَلَي الْجُنُبِ

Jawab: Shalat, puasa dan apa yang diharamkan bagi orang yang dalam keadaan junub.

Tayammum
(التَّيَمُّمُ)

سؤال: مَا التَّيَمُّمُ

Soal: apa yang dinamakan tayammum itu ?

جواب: هُوَ مَسْحُ الْوَجْهِ وَالْيَدَيْنِ بِتُرَابٍ طَاهِرٍ بَدَلًا عَنِ الْوُضُوْءِ أَوِ الْغُسْلِ

Jawab: yaitu (tayammum) mengusap wajah dan kedua tangan dengan tanah yang bersih (debu) yang suci sebagai pengganti dari wudhu dan mandi.

سؤال: كَمْ فُرُوْضُ التَّيَمُّمِ

Soal: ada berapakah fardhunya tayamum itu ?

جواب: فُرُوْضُهُ خَمْسَةٌ: الْأَوَّلُ النِّيَّةُ, الثَّانِى نَقْلُ التُّرَابِ إِلَى الْعُضْوِ الْمَمْسُوْحِ, الثَّالِثُ مَسْحُ الْوَجْهِ, الرَّابِعُ مَسْحُ الْيَدَيْنِ,الْخَامِسُ التَّرْتِيْبُ

Jawab: fardhunya (tayammum) ada lima, yaitu:
1. Niat
2. Memindah tanah (debu suci) ke bagian yang diusap
3. Mengusap wajah
4. Mengusap kedua tangan
5. Tertib

سؤال: مَا نِيَةُ التَّيَمُّمِ

Soal: bagaimana niatnya tayamum itu ?

جواب: هِيَ نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ الْمَفْرُوْضَةِ

Jawab: yaitu (niat tayammum) “نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاسْتِبَاحَةِ الصَّلَاةِ الْمَفْرُوْضَةِ” saya berniat tayamum untuk melaksanakan sholat fardhu.

سؤال: مَتَى يَجِبُ التَّيَمُّمُ

Soal: kapankah diwajibkannya bertayamum itu ?

جواب: عِنْدَ فَقْدِ الْمَاءِ, وَعِنْدَ خَوْفِ اسْتِعْمَالِ الْمَاءِ لِبَرْدٍ أَوْ مَرَضٍ, وَعِنْدَ الْاِحْتِيَاجِ إِلَى الْمَاءِ لِعَطْشِ حَيَوَانٍ مُحْتَرَمٍ

Jawab:
1. Saat tidak ada air
2. Saat takut menggunakan air karena dingin atau sakit
3. Saat ada hewan yang dimuliakan membutuhkan air karena kehausan.

سؤال: مَا الَّذِيْ يُبْطِلُ التَّيَمُّمَ

Soal: apa sajakah yang membatalkan tayamum itu ?

جواب: يُبْطِلُهُ كُلُّ مَا يُبْطِلُ الْوُضُوْءَ وَرُؤْيَةُ الْمَاءِ فِيْ غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ وَالرِّدَّةُ

Jawab: yaitu segala sesuatu seperti yang membatalkan wudhu, melihat air selain diwaktu shalat, dan murtad (keluar dari agama islam).

Shalat (الصََّلَاةُ)

سؤال: عَلَى مَنْ تَجِبُ الصَّلَاةُ

Soal: kepada siapa diwajibkannya shalat itu ?

جواب: عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ بَالِغٍ عَاقِلٍ وَعَلَى وَلِيِّ الصَّبِيِّ أَنْ يَأْمُرَهُ بِالصَّلَاةِ بَعْدَ تَمَامِ سَبْعِ سِنِيْنَ وَيَضْرِبُهُ عَلَى تَرْكِهَا بَعْدَ كَمَالِ عَشْرِ سِنِيْنَ

Jawab: kepada setiap Muslim yang baligh, berakal, dan kepada wali (orang tua anak kecil) untuk menyuruhnya shalat setelah genap umur tujuh tahun dan memukulnya bila ia meninggalkan (shalat) setelah umurnya genap sepuluh tahun.

سؤال: كَمْ شُرُوْطُ الصَّلَاة

Soal: apa saja syarat – syarat shalat itu ?

جواب: شُرُوْطُهَا خَمْسَةٌ: الْأَوَّلُ الطَّهَارَةُ مِنَ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ وَالْأَصْغَرِ, الثَّانِي طَهَارَةُ الْبَدَنِ وَالثَّوْبِ وَالْمَكَانِ مِنَ النَّجَاسَاتِ, الثَّالِثُ سَتْرُ الْعَوْرَةِ, الرَابِعُ مَعْرِفَةُ دُخُوْلِ الْوَقْتِ, الْخَامِسُ اِسْتِقْبَالُ الْقِبْلَةِ

Jawab: syarat-syaratnya shalat itu ada lima, yaitu:
1. Suci dari hadast besar dan hadast kecil
2. Suci badan, pakaian, dan tempat dari najis
3. Menutup aurat
4. Mengetahui masuknya waktu shalat 
5. Menghadap kiblat.

 سؤال: مَا عَدَدُ رَكَعَاتِ الصَّلَوَاتِ الْمَفْرُوْضَةِ

Soal: berapakah jumlah bilangan rakaat shalat fardhu (wajib) itu ?

جواب: سَبْعَ عَشَرَةَ رَكْعَةً
(١) رَكْعَتَانِ فِي الصُّبْحِ وَوَقْتُهَا مِنْ طُلُوْعِ الْفَجْرِ الصَّادِقِ إِلَى طُلُوْعِ الشَّمْسِ
(٢) وَأَرْبَعُ رَكَعَاتٍ فِي الظُّهْرِ وَوَقْتُهَا مِنْ زَوَالِ الشَّمْسِ إِلَى أَنْ يَصِيْرَ ظِلُّ كُلِّ شَيْئٍ مِثْلَهُ
(٣) وَأَرْبَعُ رَكَعَاتٍ فِي الْعَصْرِ وَوَقْتُهَا مِنْ مَصِيْرِ ظِلِّ الشَّيْءِ مِثْلَهُ إِلَى غُرُوْبِ الشَّمْسِ
(٤) وَثَلَاثُ رَكَعَاتٍ فِي الْمَغْرِبِ وَوَقْتُهَا مِنْ غُرُوْبِ الشَّمْسِ إِلَى غِيَابِ الشَّفَقِ الْأَحْمَرِ
(٥)وَأَرْبَعُ رَكَعَاتٍ فِى الْعِشَاءِ وَوَقْتُهَا مِنْ غِيَابِ الشَّفَقِ الْأَحْمَرِ إِلَى طُلُوْعِ الْفَجْرِ الصَّادِقِ

Jawab: yaitu berjumlah tujuh belas (17) rakaat, yaitu: 
1. Dua rakaat diwaktu shalat subuh, waktunya dari munculnya fajar shodiq sampai munculnya sinar matahari.
2. Empat rakaat diwaktu shalat dhuhur, waktunya dari gesernya matahari sampai bayangan benda sama dengan benda tersebut. 
3. Empat rakaat diwaktu shalat ashar, waktunya dari bayangan benda sama dengan benda tersebut sampai tenggelamnya matahari.
4. Tiga rakaat diwaktu shalat maghrib, waktunya dari tenggelamnya matahari sampai hilangnya senja merah.
5. Empat rakaat diwaktu shalat isya’, waktunya dari hilangnya senja merah sampai munculnya fajar shodiq.

سؤال: مَا السُّنَنُ التَّابِعَةُ لِلْفَرَائِضِ

Soal: apa sajakah kesunnahan dalam mengiringi shalat fardhu itu ?

جواب: رَكْعَتَانِ قَبْلَ صَلَاةِ الصُّبْحِ وَأَرْبَعٌ قَبْلَ صَلَاةِ الظُّهْرِ وَأَرْبَعٌ بَعْدَهَا وَأَرْبَعٌ قَبْلَ صَلَاةِ الْعَصْرِ وَرَكْعَتَانِ قَبْلَ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ وَرَكْعْتَانِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَانِ قَبْلَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَانِ بَعْدَهَا ثُمَّ الْوِتْرِ

Jawab: yaitu dua rakaat sebelum shalat shubuh (shalat qobliyah), empat rakaat sebelum shalat dhuhur, empat rakaat sesudah shalat dhuhur (shalat ba’diyah), empat rakaat sebelum shalat ashar, dua rakaat sebelum shalat maghrib dan dua rakaat sesudah shalat magrib, dua rakaat sebelum shalat isya’ dan dua rakaat sesudah shalat isya’ kemudian shalat witir.

سؤال: كَمْ عَدَدُ رَكَعَاتُ الْوِتْرِ

Soal: berapakah jumlah bilangan rakaat shalat witir itu ?

جواب: هِيَ إِحْدَى عَشَرَةَ رَكْعَةً وَوَقْتُهَا بَعْدَ صَلَاةِ الْعِشَاِء إِلَى طُلُوْعِ الْفَجْرِ

Jawab: yaitu berjumlah sebelas rakaat, dan waktunya setelah shalat isya’ sampai munculnya fajar shadiq.

سؤال: كَمِ الْاَوْقَاتُ الَّتِيْ تَحْرُمُ فِيْهَا لصَّلَاةُ

Soal: ada berapakah waktu yang diharamkan untuk (melaksanakan) shalat ?

جواب: تَحْرُمُ الصَّلَاةُ فِي خَمْسَةِ اَوْقَاتٍ
الْاَوَّلُ عِنْدَ كُلُوْعِ الشَّمْسِ حَتَّى تَرْتَفِعُ قَدْرَ رُمْحٍ
الثَّانِي عِنْدَ الْاِسْتِوَاءِ فِي غَيْرِ يَوْمِ الْجُمْعَةِ حَتَّى تَزُوْلَ الشَّمْسُ
الثَّالِثُ عِنْدَ الصْفِرَارِ الشَّمْسِ حَتَّى تَغْرُبَ
الرَّبِعُ بَعْدَ صَلَاةِ الصُّبْحِ حَتَّى تَشْرُقَ الشَّمْسُ
الْخَامِسُ بَعْدَ صَلَاةِ الْعَصْرِ حَتَّى تَغْرُبَ الشَّمْسُ

Jawab: diharamkan (melaksanakan) shalat di lima waktu, yaitu:
1. Ketika terbitnya matahari sampai matahari naik kira-kira satu tombak.
2. Ketika waktu istiwa’ (menjelang dhuhur) kecuali hari jum’at, sampai lengsernya matahari.
3. Ketika matahari berwarna kuning hingga tenggelamnya matahari. 
4. Setelah shalat shubuh hingga terbitnya matahari.
5. Setelah shalat ashar hingga tenggelamnya matahari.

سؤال: كَمْ اَرْكَانُ الصَّلَاةِ 

Soal: ada berapakah rukun shalat itu ?

جواب: اركانها اربعه عشر ركنا
الأول القايام للقادر في الفرض, الثاني النية, الثالث تكبيرة الإحرام, الرابع قراية الفاتحة, الخامس الركوع السادس الطامأنية في الركوع والاعتدال والسجود والجلوس, السبع الاعتدال, الثامن السجود, التاسع الجلوس بين السجديتين, العاشر الجلوس للتشهد الاخير, الحادي عشر التشهر الاخير, الثاني عشر الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم في التشهر الاخير, والثالث عشر التليمة الاولى الرابع الترتب

Jawab: yaitu rukun shalat itu ada empat belas:

  1. Berdiri bagi yang mampu
  2. Niat
  3. Takbiratul ihram
  4. Membaca surat Al Fatihah
  5. Ruku’
  6. Tuma’ninah didalam ruku’, i’tidal, sujud dan duduk
  7. I’tidal
  8. Sujud
  9. Duduk diantara dua sujud
  10. Duduk karena tasyahud akhir
  11. Tasyahud akhir
  12. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW di tasyahud akhir
  13. Salam yang pertama
  14. Tertib
سؤال: مَاسُنَنُ الصَّلَاةِ قَبْلَ الدُخُوْلِ فِيْهَا

Soal: apa kesunnahan shalat sebelum masuk (dalam mengerjakan) shalat ?

جواب: الْاَذَانُ وَالْإِقَامَةُ

Jawab: yaitu adzan dan iqamah

سؤال: مَاسُنَنُ الصَّلَاةُ بَعْدَ الدُّخُوْلِ فِيْهَا

Soal: apa saja kesunnahan shalat setelah masuk (waktu mengerjakan) shalat ?

جواب: قِسْمَانِ اَبْعَاضٌ وَهَيْئَاتٌ

Jawab: yaitu ada dua, sunnah ab’ad dan sunnah haiat.

سؤال: كَمْ اَبْعَاضُ الصَّلَاةِ

Soal: ada berapakah (kesunnahan) ab’ad dalam shalat itu ?

جواب: اَبْعَاضُهَا ثَلَاثَةٌ: الْأَوَّلُ التَّشَهُّدُ الْاَوَّالُ, الثَّانِي الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي التَّشَهُّدِ الّاَوَّلِ, الثَّالِثُ الْقُنُوْتُ فِى الصُّبْحِ وَفِي وِتْرِ النِّصْفِ الْاَخِيْرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَاَن

Jawab: yaitu sunnah ab’ad shalat itu ada tiga:

  1. Tasyahud awal
  2. Membaca sholawat Nabi Muhammad SAW didalam tasyahud awal
  3. Membaca qunut diwaktu shalat shubuh dan diwaktu shalat witir diseparuh akhir pada bulan ramadhan.
سؤال: كَمْ هَيْئَاتُ الصَّلَاةِ

Soal: ada berapakah kesunnahan haiat pada shalat itu ?

جواب: خمس عشرة: الاول ربع اليدين بحذاء المنكبين عند تكبيرة الاحرام وعند الركوع وعند الاعتدال وعند القيام من التشهد الاول, الثاني وضع اليد اليمنى فوق اليسرى تحت الصد فوق السرة, الثاتث دعاء الافتتاح, الرابع التعوض, الخامس التامين, والسادس قراءة سوة بعد الفاتحة الركعة الاولى والثانية لغير المأموم, السابع الجهر في موضعه والاسرار في مووضعه, الثمن التكبير عند الرفع والخفض, التاسع قول سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد في الاعتدال, العاشر التسبيح في الركوع والسجود ثلاثا, الحادي عشر وضع اليدين على الفخدين مع بسط اليسرى وقبض اليمنى الا المسبحة, الثني عشر الافتراس في جميع الجلسات, الثلث عشر التورك في الجلسة الاخرة, الرابع عشر التسليمة الثانية, الخامس عشر نية الخروج من الصلاة

Jawab: yaitu ada lima belas:

  1. Mengangkat telapak kedua tangan sejajar kedua pundak pada saat takbiratul ihram, rukuk, i’tidal dan pada saat bangun dari tasyahud awal
  2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dibawah (tulang) dada dan di atas pusar
  3. Membaca doa iftitah
  4. Membaca ta’awudz
  5. Membaca aamiin
  6. Membaca surat setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua selain ma’mum
  7. Mengeraskan (suara) bacaan pada tempatnya dan melirihkan (suara) bacaan pada tempatnya
  8. Takbir pada saat berdiri dan turun
  9. Membaca سَمِعَ اللّٰهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ didalam i’tidal
  10. Membaca tasbih 3 kali dalam ruku’ dan sujud
  11. Meletakkan kedua tangan diatas pupu (paha) dan melebarkan tangan kiri serta mengepalkan (menggenggam) tangan kanan kecuali jari telunjuk
  12. Duduk iftiras (duduk diantara dua sujud)
  13. Duduk tawaruk pada duduk yang terakhir
  14. Mengucapkan salam yang kedua
  15. Niat keluar dari shalat
سؤال: مَتَى يَجْهَرُ الْمُصَلِّى وَمَتَ يُسِرُّ

Soal: kapan seseorang yang shalat (musholli) mengeraskan dan melirihkan suara ?

جواب: يَجْهَرُ فِي الرَّكْعَةِ الْاَوْلِى وَالثَّانِيَةِ مِنْ صَلَاةِ الصُّبْحِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَيُسِرُّ فِي جَمِيْعِ صَلَاةِ الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَفِي الرَّكْعَةِ الثَّانِيَةِ مِنْ صَلَاةِ الْمَغْرِبِ وَفِي الثَّالِثَةِ وَالرَّابِعَةِ مِنْ صَلَاةِ الْعِشَاءِ

Jawab: yaitu (seseorang yang shalat) mengeraskan suara pada saat rakaat pertama dan kedua diwaktu shalat shubuh, maghrib dan isya’ serta melirihkan suara diwaktu semua shalat dzuhur dan ashar, pada rakaat kedua diwaktu shalat maghrib, rakaat ketiga dan keempat diwaktu shalat isya’.

سؤال: مَامُبْطِلَاتُ الصَّلَاةِ

Soal: apa sajakah yang membatalkan shalat itu ?

جواب: مُبْطِلَاتُهَا اَرْبَعَةٌ
الْاَوَّلُ الْكَلَامُ عَمْدًا, الثَّنِى ثَلَاثُ حَرَكَاتٍ مُتَوَالِيَاتٍ, الثَّالِثُ الْاَكْلُ وَالشُّرْبُ, الرَّابِعُ تَرْكُ رُكْنٍ مِنْ اَرْكَانِهَا اَوْفَوَاتُ شَرْطٍ مِنْ شُرُوْطِهَا

Jawab: yaitu yang membatalkan sholat ada empat:

  1. Berbicara dengan sengaja
  2. Bergerak 3 kali berturut-turut
  3. Makan dan minum
  4. Meninggalkan rukun dari beberapa rukun shalat atau meninggalkan salah satu syarat dari beberapa syarat shalat.
سؤال: مَا حُكْمُ مَنْ تَرَكَ رُكْنًا مِنْ اَرْكَانِ الصَّلَاةِ سَهْوًا

Soal: apa hukumnya bagi orang yang meninggalkan rukun dari beberapa rukun sholat karena lupa itu ?

جواب: يَأْتِي بِه اِذَا تَذَكَّرَهُ وَيَسْجُدُ لِلسَّهْوِ

Jawab: yaitu dengan mendatangkannya (rukun) yang telah ditinggalkannya jika ia mengingatnya, dan sujud sahwi (sujud karena lupa)

سؤال: مَا حُكْمُ مَنْ تَرَكَ سُنَّةً سَهْوًا

Soal: bagaimana hukumnya orang yang meninggalkan sunah shalat karena lupa ?

جواب: لَا يَأْتِي بِهَا بَلْ يَسْجُدُ لِلسَّهْوِ

Jawab: yaitu tidak mendatangkannya (kesunnahan) tetapi melakukan sujud sahwi 

سؤال: مَا حُكْمُ مَنْ تَرَكَ هَيْئَةً

Soal: bagaimana hukumnya orang yang meninggalkan sunnah haiat itu ?

جواب: لَا يَأْتِي بِهَا وَلَا يَسْجُدُ لِلسَّهْوِ

Jawab: yaitu tidak mendatangkan kesunnahan nya (tidak diulang) dan tidak melakukan sujud sahwi

سؤال: مَا حُكْمُ مَنْ عَجَزَ عَنِ الْقَيَامِ فِي الصَّلَاةِ الْمَفْرُوْضَةِ 

Soal: bagaimanakah hukumnya orang yang tidak mampu berdiri dalam (melaksanakan) shalat fardhu ?

جواب: يُصَلِّى جَالِسًاوَاِذَا عَجَزَ عَنِ الْجُلُوْسِ صَلّى مُضْطَجِعًا وَاِنْ عَجَزَ عَنِ الْاِضْطِجَاعِ صَلَّى مُسْتَلْقِيًا, اَمَّا النَّفْلُ فَيَجُوْزُ اَنْ يُصَلِّيَهُ الْقَادِرُ عَلَى الْقِيَامِ جَالِسًا اَوْمُضْطَجِعًا

Jawab: Dia shalat sambil duduk, jika tidak bisa duduk maka dia shalat dengan tidur miring dan jika tidak bisa tidur miring, maka dia shalat dengan berbaring. Adapun shalat sunnah dibolehkan dengan duduk atau tidur miring bagi yang sanggup berdiri.

Shalat Berjamaah
(صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ)

سؤال: مَا حُكْمُ صَلَاةِ الْجَمَاعَةِ

Soal: apa hukumnya shalat berjamaah itu ?

جواب: فَرْضُ كِفَايَةٍ عَلَى الرِّجَالِ الْمُقِيْمُيْنَ وَأَقَلُّهَا اِمَامُ وَمَأْمُوْمٌ

Jawab: yaitu (hukumnya) fardhu kifayah bagi orang laki-laki yang bermuqim dan paling sedikitnya itu imam dan makmum.

سؤال: كَمْ شُرُوْطُهَا

Soal: ada berapakah syaratnya (shalat berjamaah itu) ?

جواب: سَبْعَةٌ
الْاَوَّلُ اَنْ يَنْوِيَ الْمَأْمُوْمُ الْاِقْتِدَاءِ بِالْاِمَامٌِ
الثَّانِى اَنْ يَعْرِفُ الْمَأْمُوْمُ اِنْتِقَالَاتِ الِْامَامِ وَلَوْ بِوَاسِطَةٍ
الثَّالِثُ اَنْ لَا يَتَقَدَّمَ الْمَأْمُوْمُ عَلَى الْاِمَامِ فِي الْمَكَانِ
الرَّابِعُ اَنْ يَقْرَبَ مِنْهَ فِي غَيْرِ الْمَسْجِدِ
الخَامِسُ اَنْ لَا يَحُوْلُ بَيْنَهُمَا حَائِلٌ
السَّدِسُ اَنْ يُتَابِعٌ الْمَأْمُوْمُ اِمَامَهُ
السَّابِعُ اَنْ لَايَقْتَدِيَ بِمَنْ تَلْزَمُهُ اْلِاعَادَةُ

Jawab: ada tujuh, yaitu:

  1. Makmum berniat untuk mengikuti imam
  2. Makmum harus mengetahui berpindah-pindahnya imam meskipun dengan suatu perantara
  3. Makmum dilarang mendahului imam pada tempatnya
  4. Lebih mendekat dengan imam selain di masjid
  5. Tidak adanya penghalang antara imam dan makmum
  6. Makmum mengikuti dibelakang (gerakan) imam
  7. Makmum tidak mengikuti orang yang mengulangi shalatnya.

Shalat Musafir (bepergian)
(صَلَاةُ الْمُسَافِرِ)

سؤال: كَيْفَ يُصَلِّى الْمُسَافِرُ

Soal: bagaimanakah shalatnya seorang musafir itu ?

جواب: يَجُوْزُ لِلْمُسَافِرُ قَصْرُ صَلَاةِ الظُّهُرِ وَالْعَصْرِ وَالْعِشَاءِ رَكْعَتَيْنِ وَيَجُوْزُ لَهُ أَنْ يَجْمَعُ الظُّهْرَ مَعَ الْعَصْرِ وَالْمَغْرِبَ مَعَ الْعِشَاءِ فِي وَقْتٍ وَاحِدٍ تَقْدِيْمًا اَوْتَأْخِيْرًا

Jawab: Seorang musafir boleh mempersingkat (meng-qashar) shalat dzuhur, Ashar dan Isya’ dua rakaat, dan boleh menggabungkan (jama’) shalat dzuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya’ secara bersamaan dalam satu waktu di jama’ taqdim atau jama’ ta’khir.

سؤال: مَانِيَةُ صَلَاةِ الْمُسَافِرُ

Soal: bagaimanakah niatnya shalat seorang musafir itu ?

جواب: هي أُصَلِّى فَرْضُ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ اَوْتَأْخِيْرٍ قَصْرًا للّٰهِ تَعَالى اللّٰهُ اَكْبَرُ

Jawab: yaitu (niatnya):
أُصَلِّى فَرْضُ الظُّهْرِ رَكْعَتَيْنِ جَمْعَ تَقْدِيْمٍ اَوْتَأْخِيْرٍ قَصْرًا للّٰهِ تَعَالى اللّٰهُ اَكْبَرُ

Shalat Jum’at
(صَلَاةُ الْجُمْعَةِ)

سؤال: مَا حُكْمُ صَلَاةِ الْجُمْعَةِ

Soal: apa hukum shalat jum’at itu ?

جواب: فَرْضُ عَيْنٍ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ مُكَلَّفٍ ذَكَرٍ حُرٍّ صَحِيْحٍ مُسْتَوْطِنٍ

Jawab: yaitu (hukumnya) fardhu a’in bagi setiap muslim mukallaf, laki-laki, merdeka, shahih (sehat), dan tinggal menetap didaerahnya.

سؤال: كَمْ شُرُوْطُ الْجُمْعَةِ

Soal: berapa syarat sholat jumat 

جواب: شُرُوْطُهَا خَمْسَةٌ
اْلأَوَّلُ اَنْ تُقَامَ فِيْ بَلَدٍ اَوْ قَرْيَةٍ
الثَّانِ أَنْ تَكُوْنَ كُلُّهَا فِي وَقْتِ الظُّهْرِ
اللثَّالِثُ أَنْ تُصَلَّى جَمَاعَةً بِأَرْبَعِيْنَ ذُكُوْرًا مُسْلِمِيْنَ مُكَلَّفِيْنَ اَحْرَارًا مُسْتَوْطِنِيْنَ
الرَّابِعُ أَنْ لاَتَسْبِقَهَا اَوْ تُقَارِنَهَا جُمْعَةٌ اُخْرَى فِيْ تِلْكَ الْبَلَدِ
الْخَامِسُ تَقْدِيْمُ الْخُطْبَتَيْنِ

Jawab: yaitu syaratnya ada lima,

  1. Didirikan di suatu negara atau desa.
  2. Dilaksanakan diwaktu dhuhur.
  3. Shalat berjamaah dengan empat puluh muslim laki-laki mukallaf, merdeka, pemukim, penduduk sekitar.
  4. Tidak boleh didahului atau dibandingkan dengan shalat Jumat lainnya di negara tersebut.
  5. Mendahulukan dua khutbah.
سؤال: مَا نِيَّةُ صَلَاةُ الْجُمْعَةِ

Soal: bagaimanakah niatnya shalat jumat itu ?

جواب: هِيَ أُصَلِّى فَرْضَ الْجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مَاْمُوْمًا لِلَهِ تَعَالَى اَلَلّهُ اَكْبَرُ

Jawab: yaitu (niatnya),
أُصَلِّى فَرْضَ الْجُمْعَةِ رَكْعَتَيْنِ مَاْمُوْمًا لِلَهِ تَعَالَى, اَللّٰهُ اَكْبَرُ

Shalat Jenazah
(صَلَاةُ الْجَنَازَةِ)

سؤال: مَاذَا يَجِبُ لِلْمَيِّتِ

Soal: apa yang diwajibkan bagi mayit ?

جواب: يَجِبُ لَهُ التَّجْهِيْرُ وَهُوَ غَسْلُهُ وَتَكْفِيْنُهُ وَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ وَدَفْنُهُ وَذَلِكَ كُلُّهُ فَرْضَ كِفَايَةٍ

Jawab: yaitu wajib bagi (mayit) untuk memandikannya, mengkafaninya, menshalatinya dan mengkuburkanya serta semua itu hukumnya ialah fardhu kifayah.

سؤال: مَا كَيْفِيَّةُ الصَّلَاةِ عَلَى الْمَيِّتِ

Soal: bagaimanakah tata cara shalat mayit itu ?

جواب:
 (١)يَنْوِى الْمُصَلِّى الصَّلَاةَ عَلَى الْمَيِّتِ مَعَ التَّكْبِيْرِ
 (٢) يَقْرَءُ الْفَاتِحَةَ
 (٣) يُكَبِّرُ
 (٤) يُصَلِّى عَلى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
 (٥)يُكَبِّرُ 
(٦) يَدْعُوْ لِلْمَيِّتِ
 (٧)يُكَبِّرُ 
(٨)يُسَلِّمُ 

Jawab:

  1. Orang yang shalat mayit berniat bersamaan dengan takbir
  2. Membaca surat Al Fatihah
  3. Takbir
  4. Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW
  5. Takbir
  6. Mendoakan bagi mayit
  7. Takbir
  8. Salam
سؤال: مَا دُعَاُء الْمَيِّتِ بَعْدَ التَّكْبِيْرَةِ الثَّالِثَةِ

Soal: bagaimanakah doa mayit sesudah takbir yang ketiga ? 

جواب: هُُوَ :اَللَّهُمَّ هَذَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ خَرَجَ مِنْ رَوْحِ الدُّنْيَا وَسَعَتِهِ وَمَحْبُوْبُهُ وَاَحِبَّاؤُهُ فِيْهَا إِلَى ظُلْمَةِ الْقَبْرِ وَمَا هُوَ لاَقِيْهِ كَانَ يَشْهَدُ اَنْ لاََاِلَهَ إِلَّا اَنْتَ وَاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ وَاَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنَّا اَللَّهُمَّ اِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَاَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهِ وَاَصْبَحَ فَقِيْرًا إِلَى رَحْمَتِكَ وَاَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ وَقَدْ جِئْنَاكَ رَاغِبِيْنَ اِلَيْكَ شُفَعَاءُ لَهُ اَللَّهُمَّ اِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي اِحْسَانِهِ وَاِنْ كَانَ مُسِيْئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ وَلَقِّهِ بِرَحْمَتِكَ اْلاَمْنَ مِنْ عَذَابِكَ حَتَّى تَبْعَثَهُ اِلَى جَنَّتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Jawab: doanya yaitu,
اَللَّهُمَّ هَذَا عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ خَرَجَ مِنْ رَوْحِ الدُّنْيَا وَسَعَتِهِ وَمَحْبُوْبُهُ وَاَحِبَّاؤُهُ فِيْهَا إِلَى ظُلْمَةِ الْقَبْرِ وَمَا هُوَ لاَقِيْهِ كَانَ يَشْهَدُ اَنْ لاََاِلَهَ إِلَّا اَنْتَ وَاَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ وَاَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنَّا اَللَّهُمَّ اِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَاَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهِ وَاَصْبَحَ فَقِيْرًا إِلَى رَحْمَتِكَ وَاَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ وَقَدْ جِئْنَاكَ رَاغِبِيْنَ اِلَيْكَ شُفَعَاءُ لَهُ اَللَّهُمَّ اِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي اِحْسَانِهِ وَاِنْ كَانَ مُسِيْئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ وَلَقِّهِ بِرَحْمَتِكَ اْلاَمْنَ مِنْ عَذَابِكَ حَتَّى تَبْعَثَهُ اِلَى جَنَّتِكَ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

سؤال: مَا الدُّعَاءُ بَعْدَ التَّكْبِيْرَةِ الرَّابِعَةِ

Soal: bagaimanakah doa sesudah takbir yang keempat ?

جواب: اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلَّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Jawab: doanya yaitu,
اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلَّا لِلَّذِيْنَ اَمَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

سؤال: مَا الدَّفْنُ

Soal: apakah yang dinamakan Addafnu (mengubur mayit) itu ?

جواب: هُوَ وَضْعُ الْمَيِّتِ فِيْ قَبْرٍ عُمْقُهُ قَامَةٌ وَبَسْطَةٌ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ

Jawab: yaitu meletakkan mayit dalam kubur yang dalamnya setinggi orang berdiri dan luasnya selebar telapak tangan dengan menghadap kiblat.

Zakat (الزَّكَاةُ)

Soal: apa yang dinamakan zakat itu ?

جواب : هِىَ اِخْرَاجُ مِقْدَارٍ مِنْ مَالٍ مَخْصُوْصٍ وَدَفْعُهُ لِلْاَصْنَافِ الثَّمَانِيَةِ اَوْ مَنْ وُجِدَ مِنْهُمْ

Jawab: (zakat) yaitu mengeluarkan kira kira dari harta yang sudah di tentukan dan memberikannya kepada beberapa delapan golongan atau dari salah satu yang ditemui dari delapan golongan tersebut

سؤال : مَنْ هُمُ الْاَصْنَافُ الثَّمَانِيَةُ

Soal: siapa mereka (yang dimaksud) delapan golongan itu ?

جواب : هُمُ الْمَذْكُرُوْنَ فِي الْقُرْاَنِ بِقَوْلِهِ تَعَالَى اِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِيْنِ وَالْعَامِلِيْنَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوْبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِيْنَ وَفِي سَبِيْلِ الَلهِ وَابْنِ السَّبِيْلِ

Jawab: yaitu (golongan) yang disebutkan dalam Al Qur’an , Allah berfirman: “Sesungguhnya shadaqah (zakat) itu hanya kepada orang faqir, orang miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), memerdekakan hamba sahaya (riqab), membebaskan orang yang berhutang (gharim) , orang yang berjuang dijalan Allah (fisabilillah) dan orang yang sedang dalam perjalanan (ibnu sabil)”.

سؤال : مَنْ هُمُ الْفُقَرَاءُ

Soal: siapa mereka (yang dimaksud) orang faqir itu ?

جواب : هُمُ الَّذِيْنَ لَا مَالَ لَهُمْ وَلَا كَسْبَ يَكْفِيْ حَاجَاتِهِمْ الضَّرُوْرِِيَّةَ

Jawab: (orang fakir) yaitu orang yang tidak mempunyai harta maupun penghasilan yang cukup untuk kebutuhan pokok mereka.

سؤال : مَنْ هُمُ الْمَسَاكِيْنُ

Soal: siapa mereka (yang dimaksud) orang miskin itu ?

جواب : هُمُ الَّذِيْنَ لَهُمْ مَالٌ اَوْ كَسْبٌ وَلَكِنْ لَا يَكْفِيْ حَاجَاتِهِمُُ الضَّرُوْرِيَّةَ

Jawab: (orang miskin) yaitu orang yang mempunyai harta maupun penghasilan namun tidak mencukupi kebutuhan pokok mereka.

سؤال : مَنْ هُمُ الْعَامِلُوْنَ

Soal: siapa mereka (yang dimaksud) orang amil itu ?

جواب : هُمُ الَّذِيْنَ يَجْمَعُوْنَ الزَّكَاةَ وَيُقَسِّمُوْنَهَا عَلَى الْاَصْنَافِ الثَّمَانِيَةِ اَوْ مَنْ وُجِدَ مِنْهُمْ

Jawab: (amil zakat) yaitu orang-orang yang mengumpulkan zakat dan membagikannya kepada diantara delapan golongan atau yang ditemui dari salah satu delapan golongan tersebut.

سؤال : مَنْ هُمُ الْمُؤَلَّفَةُ قُلُوْبُهُمْ

Soal: siapa orang mualaf (yang dilunakkan hatinya) itu ?

جواب : هُمُ الَّذِيْنَ اَسْلَمُوْا حَدِيْثًا

Jawab: (mualaf) yaitu orang yang baru masuk islam

سؤال : مَنْ هُمُ الَّذِيْنَ فِى الرِّقَابِ

Soal: siapa mereka orang yang tergolong hamba sahaya itu ?

جواب : هُمُ الْاَرِقَاءُ الْمُكَاتَبُوْنَ

Jawab: (hamba sahaya/riqab) yaitu budak dalam akad cicilan.

سؤال : مَنْ هُمُ الْغَارِمُوْنَ

Soal: siapa gharimun (orang yang berhutang) itu ?

جواب : هُمْ مَنْ عَلَيْهِمْ دُيُوْنٌ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ قَضَاءَهَا

Jawab: (gharimun) yaitu orang yang memiliki hutang yang tidak dapat mereka bayarkan.

سؤال : مَنْ هُمُ الَّذِيْنَ فِي سَبِيْلِ اللهِ

Soal: siapa mereka orang yang disebut fisabilillah itu ?

جواب : هُمُ الْمُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ تَطَوُّعًا

Jawab: (fisabilillah) adalah para mujahidin (orang yang berjuang) di jalan Allah dengan niat karena Allah Ta’ala

سؤال : مَنْ هُمْ اَبْنَاءُ السَّبِيْلِ

Soal: siapa orang yang dimaksud abna ussabil itu ?

جواب : هُمُ الْمُسَافِرُوْنَ فِيْ غَيْرِ مَعْصِيَةٍ وَلَمْ يَكُنْ مَعَهُمْ مَالٌ يَكْفِيْهِمْ فِيْ سَفَرِهِمْ

Jawab: (abna ussabil) yaitu musafir yang tidak berdosa dan tidak memiliki cukup uang untuk perjalanan mereka.

سؤال : مَا الَّذِىْ تَجِبُ فِيْهِ الزَّكَاةُ

Soal: apa saja yang diwajibkan untuk zakat itu ?

 : جواب : تَجِبُ
(1) فِيْ الْمَوَاشِيْ
 (2) وَفِي الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ 
(3)وَفِيْ الزُّرُوْعِ 
(4) وَفِي الْاَثْمَارِ
 (5) وَفِي مَالِ التِّجَارَةِ

Jawab: diwajibkan zakat,yaitu  :

  1. Binatang ternak
  2. Emas dan perak
  3. Tanaman
  4. Buah-buahan
  5. Harta dagangan
سؤال : مَا الْمَوَاشِي

Soal: apa binatang ternak itu ?

جواب : هِيَ الْبَقَرُ وَالْغَنَمُ وَالْجَامُوْسُ وَالْاِبِلُ

Jawab: yaitu binatang sapi, kambing, kerbau, dan unta.

سؤال : مَا شُرُوْطُ زَاكَاةُ الْمَواشِي

Soal: apa persyaratan zakat untuk binatang ternak itu ?

جواب : النِّصَابُ وَالسَّوْمُ وَالْحَوْلُ

Jawab: yaitu telah sampai 1 nishob, dipelihara dan telah sampai 1 tahun.

سؤال : مَا النِّصَابُ

Soal: apa yang dinamakan nishab itu ?

جواب : هُوَ الْمِقْدَارُ الْمُُعَيَّنُ شَرْعًا

Jawab: (nishob) adalah jumlah yang ditentukan secara hukum (syara’)

سؤال : مَا السَّوْمُ

Soal: apa arti memelihara itu ?

جواب : هُوَ اَكْلُ الْمَوَاشِيْ مِنْ اَرْضٍ لَيْسَتْ بِمِلْكٍ لِاَحَدٍ

Jawab: memelihara (hewan ternak) adalah memberi makan hewan ternak dari tanah yang bukan dimiliki oleh siapa pun.

سؤال : مَا الْحَوْلُ

Soal: apa arti (haul) setahun itu ?

جواب : هُوَ مُرُوْرُ سَنَةٍ كَامِلَةٍ

Jawab: (haul) yaitu sudah lewat satu tahun penuh

سؤال : مَا شُرُوْطُ زَكَاةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَمَالِ التِّجَارَةِ

Soal: bagaimana syarat-syarat zakat emas, perak, dan harta dagangan itu ?

جواب : النِّصَابُ وَالْحَوْلُ

Jawab: yaitu sudah sampai 1 nishob dan 1 tahun.

سؤال : مَا الثِّمَارُ

Soal: apa arti buah-buahan itu ?

جواب : هِيَ التَّمْرُ وَالزَّبِيْبُ

Jawab: (buah-buahan) yaitu kurma dan anggur

سؤال : مَا الزُّرُوْعُ

Soal: apa arti tanaman itu ?

جواب : هِيَ كُلُّ مَا يُقْتَاتُ بِهِ كَالْاُزْرِ وَالْقَمْحِ

Jawab: yaitu suatu yang dimakan seperti padi dan gandum.

سؤال : مََا شُرُوْطُ الزَّكَاةِ فِي الثِّمَارِ وَالزُّرُوْعِ

Soal: bagaimana syarat-syarat zakat buah-buahan dan tanaman itu ?

جواب : النِّصَابُ فَقَطْ

Jawab: yaitu sudah sampai 1 nishob.

Zakat Fitri
(زَكَاةُ الْفِطْرِ)

سؤال : مَا زَكَاةُ الْفِطْرِ

Soal: apa yang dinamakan zakat fitri itu ?

جواب : هِيَ أَرْبَعَةُ أَمْدَادٍ مِنْ قُوْتِ بَلَدِهِ

Jawab: yaitu 4 mud (jenis makanan pokok) dari negeranya.

سؤال : عَلَى مَنْ تَجِبُ زَكَاةُ الْفِطْرِ

Soal: kepada siapa yang diwajibkan zakat fitrah itu ?

جواب : عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ حُرٍّ مَعَهُ قُوْتٌ زَائِدٌ عَنْ حَاجَتِهِ وَحَاجَةِ مَنْ تَلْزَمُهُ نَفَقَتُهُ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ . فَيُُزَكِّي عَنْ نَفْسِهِ وَعَمَّنْ تَلْزَمُهُ نَفَقَتُهُ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Jawab: Setiap muslim merdeka yang memiliki makanan melebihi kebutuhannya dan kebutuhan muslim yang wajib dinafkahi untuknya. Dia membayar zakat atas namanya sendiri dan atas nama umat Islam dia wajib menafkahkannya.

سؤال : مَتَى تَجِبُ زَكَاةُ الْفِطْرِ

Soal: kapan waktu diwajibkannya zakat fitrah itu ?

جواب : تَجِبُ بِغُرُوْبِ الشَّمْسِ مِنْ اَخِرِ يَوْمٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ

Jawab: yaitu diwajibkan (zakat fitri) dari mulai senja di hari terakhir bulan Ramadan

Puasa (الصَّوْمُ)

سؤال :مَا الصَّوْمُ

Soal: apa yang  dinamakan puasa itu ?

جواب : هُوَ الْاِمْتِنَاعِ عَنِ الْاَكْلِ وَالشُّرْبِ وَالْجِمَاعِ وَكُلِّ مُفَطِّرٍ مِنْ طُلُوْعِ الْفَجْرِ اِلَى غُُرُوْبِ الشَّمْشِ جَمِيْعَ اَيَّامِ شَهْرِ رَمَضَانَ

Jawab: yaitu menahan diri dari makan, minum, bersetubuh, dan segala sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar shodiq hingga tenggelamnya matahari, sepanjang hari-hari di bulan Ramadhan.

سؤال :عَلَى مَنْ يَجِبُ الصَّوْمُ

Soal: kepada siapa yang diwajibkan berpuasa itu ?

جواب : عَلَى كُلِِّ مُسْلِمٍ بَالِغٍ عَاقِلٍ قَادِرٍ عَلَيْهِ طَاهِرٍ مِنَ الْحَيْضِ وَالنِّفَاسِ

Jawab: wajib hukumnya setiap muslim dewasa (baligh) yang berakal yang mampu dan bersih (suci) dari haid dan nifas,

سؤال :كَمْ فُرُوْضُ الصَّوْمِ

Soal: ada berapa fardhunya puasa itu ?

جواب : فَرْضَانِ (الْاَوَّلُ) النِّيَةُ فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ (الثَّانِيْ) الْاِمْسَاكُ عَنِ الْمُفْطِرَاتِ

Jawab: ada dua fardhu, yaitu :

  1. Niat setiap malam di bulan ramadhan
  2. Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa
سؤال :مَاالْمُفْطِرَاتُ

Soal: apa saja yang membatalkan puasa itu ?

جواب : هِيَ كُلُّ مَا يُبْطِلُ الصَّوْمَ وَهِيَ ثَمَانِيَةٌ
(الْاَوَّلُ) دُخُوْلُ شًيْءٍ عَلَى الْجَوْفِ عَمْدًا  (الثََّانِيْ) التَّقَىُّءُ عَمْدًا (الثَّالِثُُ) الْحَيْضُ (الرَّابِعُ) النِّفَاسُ (الْخَامِسُ) اِنْزَالُ الْمَنِيِّ عَمْدًا (السَّادِسُ) الْجِمَاعُ عَمْدًا (السَّابِعُ) الرِّدَّةُ (الثَّامِنُ) الْجُنُوْنُ

Jawab: hal-hal yang membatalkan puasa itu jumlahnya ada delapan, yaitu :

  1. Memasukkan sesuatu kedalam perut yang disengaja
  2. Muntah dengan sengaja
  3. Haid
  4. Nifas
  5. Mengeluarkan mani dengan sengaja
  6. Jima’ dengan sengaja
  7. Murtad
  8. Gila
سؤال :مَا الْاَيَّامِ الَّتِيْ يَحْرُمُ فِيْهَا الصَّوْمُ

Soal: hari apa yang diharamkan untuk berpuasa itu ?

جواب : هِيَ يَوْمَاالْعِيْدَيْنِ وَاَيَّامُ التَّشْرِيْقِ وَيَوْمُ الشَّكِّ اِلَّا اِذَا وَافَقَ عَادَةً لَهُ اَوْ وَصَلَهُ بِمَا قَبْلَهُ

Jawab: yaitu hari raya idul fitri dan idul adha, hari tasyriq, hari syak (30 sya’ban) kecuali bertepatan dengan apa yang menjadi kebiasaannya, atau jika dia menyambung dengan puasa sebelum hari syak.

Haji (الْحَجُّ)

سؤال :مَاالْحَجُّ

Soal: apa yang dinamakan haji itu ?

جواب : هًوَ قَصْدُ الْبَيْتِ الْحَرَامِ لِلنُّسُكِ

Jawab: yaitu pergi sengaja ke baitil haram karena ibadah haji

سؤال :مَالنُّسُكِ

Soal: apa ibadah haji itu ?

جواب : هِىَ اِعْمَالُ الْحَجِّ كَاَرْكَانِهِ وَوَاجِبَاتِهِ

Jawab: yaitu beberapa amalan haji seperti seperti rukunnya dan wajibnya.

سؤال :كَمْ اَرْكَانُ الْحَجِّ

Soal: berapakah rukunnya haji itu ?

جواب : اَرْكَانُهُ خَمْسَةٌ :(اْلاَوَّلُ) الْاِحْرَامُُ مَعَ النِّيَةِ (الثَّانِي) الْوًقًوْفُ بِعَرَفَةَ (الثَّالِثُ) الطَّوَافُ حَوْلَ الْكَعْبَةِ سَبْعًا(الرَّابِعُ) السَّعْيُ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ سَبْعًا(الخَامِسُ) الْحَلْقُ وَالتًّقْصِيْرُ

Jawab: rukunnya haji ada lima, yaitu :

  1. Ihram disertai niat
  2. Wuquf di padang arofah
  3. Thawaf mengelilingi ka’bah tujuh kali
  4. Sa’i (lari-lari kecil) di bukit shofa dan bukit marwah tujuh kali
  5. Mencukur gundul dan menggunting rambut
سؤال :كَمْ وَاجِبَاتُ الْحَجِّ  َ

Soal: berapakah wajib nya haji itu ?

جواب : وَاجِبَاتُهُ خَمْسَةٌ:(اْلاَوَّلُ) الاِحْرَامِ مِنَ الْمِيْقَاتِ (الثَّانِيْ) رَمْيُ الْجِمَارِ (الثَّالِثُ) الْمُبِيْتُ بِمُزْدَلِفَةِ (الرَّابِعُ) الْمُبِيْتُ بِمِنَى لَيَالِيَ التَّشْرِيْقِ (الْخَامِسُ)طَوَافُ الْوَدَاعِ لِمَنْ اَرَادَ فِرَاقَ مَكَّة

Jawab: wajibnya haji ada lima, yaitu :

  1. Ihram haji dari miqat
  2. Melempar jumrah 3 kali
  3. Bermalam di tanah muzdalifah
  4. Bermalam di tanah mina dimalam hari tasyriq
  5. Thawaf wada’ (perpisahan) bagi seorang yang hendak meninggalkan kota Mekkah
سؤال :كَمْ مُحَرَّمَاتِ الْاِحْرَامِ

Soal: berapakah hal yang diharamkan saat ihram ?

جواب : عَشَرَةٌ :(الْاَوَّلُ) لُبْسُ الْمُخِيْطِ (الثَّانِيْ) تَغْطِيََةُ الرَّاْسِ لِلرَّجُلِ وَالْوَجْهِ لِلْمَرْاَةِ(الثَّالِثُ) تَمْشِيْطُ الشَّعْرِ اَوْ دَهْنُهُ (الرَّابِعُ) حَلْقُ الشَّعْرِ(الْخَامِسُ) قَصُّ الْاَظْفَارِ (السَادِسُ) التَّطَيُّبُ (السَّابِعُ) قَتْلُ الصَّيْدِ (الثَّامِنُ) النِّكَاحِ (التَّاسِعُ) الجِمَاعُ(الْعَاشِرُ) الْمُبَاشَرَةُ بِشَهْوَةٍ

Jawab: ada sepuluh, yaitu :

  1. Memakai pakaian berjahit
  2. Menutup kepala bagi lelaki dan menutup wajah bagi orang perempuan
  3. Menyisir rambut atau meminyaki rambut
  4. Mencukur rambut
  5. Memotong kuku
  6. Memakai parfum (wangi-wangian)
  7. Membunuh hewan
  8. Akad nikah
  9. Jima’
  10. Bersentuhan kulit dengan syahwat
KategoriKitab Fiqih
Nama KitabKitab Mabadiul Fiqhiyah
JuzJuz ke 2
KaryaSyekh ‘Umar ‘Abdul Al-Jabbār
MadzhabImam Syafi’i

2 pemikiran pada “Kitab Mabadi Fiqih Juz 2 dan Terjemah”

Tinggalkan komentar